Its hard when actually you can do something but in the end, what you can do is just watch things change and disappear right before your eyes. I was near and looking for you, i tried so many times to catch up with you but is it because my arms ain't wide enough to hug you? that I always miss you every night? or it's just me who expecting too much? without knowing that you didn't put my name in your mind at all I wasn't counted for anything. did you know im throwing away my pride even for the smallest chance to see you? I'm embarassed to myself, but its not your fault I wasn't trying to act cool, holding that shame inside its just me, willing to take those price until one day you pay me back with your love knowing the fact that you already got someone that fit your heart I have to face it, and run away from heart-aching wishful thinking I have no idea where I am, or where I'm heading to Still been haunted by heart-aching wishful thinking I can't decide which way i should choose Is it left or right? Do I have to be patient? And faithfully wait for the time to come? Or just leaving you behind buried in my past? (Wish I could just walk straight to you)
Sebuah tugas mata kuliah bahasa visual, mengintepretasi lagu kedalam bentuk cerita visual.
(lebih terasa apabila dilihat sambil mendengarkan lagunya (buffer lagu dibawah))
Seorang gadis kecil terbaring lesu di rumah sakit. Ia tidak tahu pasti apa yang terjadi didalam tubuhnya, yang ia tahu dalam sekejap hidupnya terampas. Tari-tarian yang disukainya lenyap seketika, sekarang hanya sebuah impian khayal belaka. Dalam menunggu usianya, dengan segala kepolosan dan kenaifan gadis cilik itu berdoa berharap suatu hari tari-tarian kembali padanya.
Suatu ketika gadis cilik itu terjaga dikamarnya yang sunyi, tak ada seorangpun. "Waktuku telah tiba" kata dalam benaknya. Segera gadis cilik itu beranjak dari pembaringannya bergegas menuju alam kebebasan. Dukacita telah terbayarkan hari ini, tari-tariannya telah kembali!. Pelangi, matahari, bulan dan bintang setia mengagumi gemulai gerak tubuhnya. Ia menari tak memperhitungkan waktu juga tak peduli dimana dia berada. Hamparan hijau jadi lantai dansa tempat ia dulu menumpahkan rasa. Semakin jauh, semakin terlarut.
Tiba-tiba gerakannya terputus, tertatih-tatih. Ia terhenti karena melihat sekumpulan orang berkerumun. Orang-orang itu tidak seperti tariannya. Aura duka bernaung kelabu disana. nurani gadis cilik itu terusik, ingin ia membawa tarian sukacita untuk menghapus kabut-kabut kelabu itu. Semakin gadis itu mendekat tubuhnya terasa ringan. Tak lagi ia mampu menatap garis tangannya. Kaki-kaki mungil itu lenyap perlahan. Gadis itu melayang ke langit lalu terbelalak saat ia sadar apa yang orang-orang itu tangisi.
Dirinya.
Dirinya telah terbaring di pembaringan bunga warna-warni tanpa sehembus nafas berhela. Kemudian gadis cilik itu perlahan hilang bersama air mata nya